PENINGKATAN PROFITABILITAS SOCIOPRENEUR DESA BALESARI DENGAN INOVASI ANYAMAN BAMBU MENJADI BESEK HAMPERS BERBASIS DIGITAL MARKETING

https://doi.org/10.31002/cspe.v3i1.263

Authors

  • Rista Nur Eka Budiyani Universitas Tidar
  • Alifatul Chasanah
  • Rafi Marcelino
  • Olivia Listyaning Premastin
  • Yusuf Budi Hartono
  • Wahyu Eka Susanti
  • Siti Sholikah
  • I'anatul Hidayah
  • Arya Dhamma Sariputta
  • Dewi Noor Kholifah
  • Siti Nur Rodhiyah
  • Alfin Sulaiman
  • Ahmad Syaifuddin
  • Iqbal Kurniawan
  • Egi Alifaki
  • Lailatul Asria
  • Zuida Ratih Hendrastuti

Keywords:

anyaman bambu, hampers, digital marketing, desa balesari, besek

Abstract

Kegiatan Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) merupakan kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilatarbelakangi dengan adanya permasalahan pada mitra, di Desa Balesari pohon bambu relatif banyak dan sebagian besar ibu rumah tangga memanfaatkan pohon bambu tersebut untuk membuat anyaman bambu (besek). Akan tetapi masih ada kendala dalam pemasaran besek, harga besek yang relatif rendah, serta bentuk besek yang monoton. Dengan adanya permasalah tersebut, diharapkan dengan adanya INADEP (Inovasi Anyaman Bambu menjadi Besek Hampers) serta pemasaran berbasis  digital (Digital Marketing) dapat meningkatkan profitabilitas masyarakat di Desa Balesari. Tujuan dari program yang akan laksanakan adalah mengembangkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia Desa Balesari sebagai Desa Binaan berbasis Industri Kerajinan yang memiliki produk kerajinan berupa Inovasi Anyaman Bambu Menjadi Besek Hampers “INADEP” yang dapat meningkatkan pendapatan perekonomian masyarakat desa dengan menerapkan sistem pemasaran digital (digital marketing) untuk memudahkan dalam mempromosikan dan mengenalkan produk kepada masyarakat umum. Kegiatan ini menggunakan acuan untuk mengarahkan pemahaman program secara sistematis dan juga terstruktur.  Pada kegiatan INADEP ini diukur melalui roadmap yang memiliki jangka waktu 1-3 tahun. Pelaksanaan roadmap program INADEP tidak serta merta dapat berjalan tanpa adanya metode pelaksanaan, metode yang dipakai dalam keberhasilan roadmap ini yaitu metode pemberdayaan masyarakat dan metode pelaksanaan kegiatan dimana berisi persiapan, sosialisasi, pelatihan produk, pelatihan pemasaran, monitoring dan evaluasi. Capaian keberhasilan kegiatan ini adalah bertambahnya kelompok pengrajin baru di Desa Balesari, bertambahnya inovasi-inovasi baru dari anyaman bambu dan diterapkanya sistem pemasaran berbasis digital (Digital Marketing), terjadi kenaikan pendapatan masyarakat, dan Desa Balesari berpotensi menjadi Desa yang akan dikenal karena memiliki pekerjaan yang unik.

Kata Kunci: Desa Balesari, Anyaman Bambu (besek), Hampers, Digital Marketing.

References

Astari, N. M., & Efelina, V. (2021). Penerapan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) pada susu kedelai di Desa Kutagandok. INTEGRITAS: Jurnal Pengabdian, 5(1), 164-176.

Dwiridhotjahjono, J., Wibowo, P., & Nuryananda, P. F. (2020). Bamboonomic: Ekonomi bambu pendukung desa wisata Tegaren. Jurnal Master Pariwisata (JUMPA), 6(2).

Ismowati, M, Abbas, S, Putri, A. (2022). Sosialisasi peran pemuda dalam SDGs tujuan 8 pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi inklusif di Desa Junrejo Kecamatan Kunrejo Kota Malang, Jurnal Pengabdian Mandiri,1(12), 2313-2322.

Megawati, L. A, Arief, B. (2021). Relevansi antara merdeka belajar kampus merdeka dengan keterampilan abad 21 dan SDGs. Prosiding Seminar Nasional Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Bogor 29-30 Desember 2021.

Sari, Y, Jagat, A. P, Nugraha, L. M. R, Rosada, I. H. A. (2021). Pemanfaatan digital marketing oleh UMKM Lombok Tengah dalam masa pandemi covid-19. JIMAKOM, 2(1).

Published

2023-04-30

Issue

Section

Articles